Hola! Mau curhat nih.
Dalam Education Fair tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya dimana gue sangat aktif sebagai penari, tahun ini gue agak menarik diri dari dunia tari karena kesan pertama gue dengan para pelatihnya sangat tidak baik. Gue lebih memilih jadi vokal grup, jadi ya gampang-gampang aja lah. Di samping itu, tahun ini gue juga mau jadi panitia biar ada kerjaan dan tambah pengalaman, hahaha.
Panitia yang gue pilih adalah panitia dekorasi. Gue pilih jadi dekor karena kerjanya sebelum hari H, jadi pas hari H gue nggak kerja sehingga bisa menikmati Edufairnya itu sendiri. Selain itu, gue menunggu 'seseorang' buat dateng di Edufair, yakni mantan pacar gue pas kelas 10. Yah, setelah usaha-usaha gue mengajak dia, semoga aja dia berkenan hadir.
Di hari H-1 Edufair yaitu hari Jumat (21/9), panitia dekor mulai kerja dari jam 1 siang. Ada sekitar 15 orang anak yang jadi panitia, ditambah dua orang guru. Pertama, kita belanja barang-barang kebutuhan dekor, sambil menunggu pesanan banner selesai dicetak. Untung barang-barang yang harus dibeli ada di deket sekolah, jadi ya nggak jauh dan nggak makan waktu buat belinya. Setelah selesai belanja sekitar jam 2, kami mulai kerja dengan memasang hiasan-hiasan di langit-langit koridor. Ini pekerjaan mudah buat kami yang adalah cowok semua, dalam satu jam saja koridor lantai satu dan dua sudah penuh dengan hiasan. Setelah itu, kami diberitahu bahwa pesanan cetakan banner akan sampe jam 4 sore di sekolah, maka kami mencari pekerjaan lain lagi buat membunuh waktu dan biar lebih efektif. Pekerjaan yang ada hanya mencopot stiker yang ada di papan nama ruangan, dan ini merupakan pekerjaan yang bikin tekanan batin. Yang dilakukan hanyalah mengelupas huruf-huruf satu per satu sampai papannya bersih. Sumpah, ini kerja gak pake tenaga tapi bener-bener bikin frustrasi, apa lagi kalo satu papan bisa sampe ratusan huruf, huuuufftt.........
Jam 4 sudah lewat, tapi banner yang ditunggu-tunggu belum dateng juga. Kami pun disuruh istirahat sama pak Agus koordinator dekor, dan dibelikan makan sate. Setelah jam 5, banner juga tidak datang-datang. Kami mulai gelisah, dan juga tidak ada pekerjaan, sehingga akhirnya ikut bantu-bantu seksi perlengkapan buat masang spanduk. Jam setengah 6, gue dan beberapa anak dekor dan guru mandarin yang juga seksi dekor (Laoshi Daniel) beli minum di seven eleven (sevel) cikini, karena terlalu bosan menunggu kedatangan banner. Gue dapet traktiran slurpee dari Laoshi, hahaha...
Akhirnya jam 7 kiriman banner pun sampai. Tanpa pikir-pikir lama, semua anggota dekor langsung menyerbu bagian banner masing-masing. ada 8 banner yang harus dipasang, dan ukurannya gak main-main besarnya. Masalah-masalah bermunculan, mulai dari banner yang kurang tinggi, rangka background yang terlalu lebar, semua bikin kerjaan tambah banyak. Dengan bantuan para karyawan dan guru-guru, akhirnya semua bisa selesai jam 10.30 malam, WOW..
Gue pun beres-beres, dan akhirnya 10 menit kemudian gue ciao dari sekolah, berdua sama Laoshi Daniel yang juga pulang ke depok naik kereta. Kami berencana naik kereta Bogor yang terakhir jam 10.50 di stasiun Gondangdia yang jaraknya hanya 100 meter dari sekolah. Begitu sampe di bawah stasiun, baru aja mau naik tangga (yang banyaknya bukan main) tiba-tiba pengumuman dari intercom mengatakan "jalur dua masuk commuter line Bogor yang terakhir" sehingga kami lari naik tangga kayak orang kesurupan. Setelah sampe tangga paling atas, ternyata loket karcis sudah tutup dan kereta pun jalan. Di saat itu gue mengembuskan napas sangat panjang dengan muka sangat menyedihkan, ckck tapi yah minimal gue nggak sendirian lah ya, karena ada laoshi.
Lalu laoshi bilang kalo kami harus naik bus jurusan pasar minggu dari sarinah. Gue udah nggak mikir apa-apa lagi, ngikut aja lah, daripada nggak pulang. Setelah jalan kaki sebentar, kami sampai di sarinah, lalu jajan sebentar di McDonald, biar ada semangat hidup lagi. Kami naik metro mini 604 sampe pasar minggu. Gue tidur sepanjang perjalanan, karena ngantuknya luar biasa. Dari pasar minggu, kami naik mobil bak yang udah dimodifikasi dan diberi atap, jadi seperti model bemo jaman dulu. Tengah malam kayak gitu emang cuma ada kendaraan itu ke arah depok. Gue kembali tidur di perjalanan, dan dibangunkan laoshi ketika dia mau turun. Tidak lama lagi, gue pun turun di daerah rumah nenek gue. Ya, pada akhirnya sampailah gue di rumah nenek tercinta, dan tidak berpikir pulang ke rumah sendiri karena jaraknya masih lebih jauh. Sampai di rumah nenek, tanpa mikir apa-apa lagi gue tidur seperti bangkai.
Yah, ini kejadian yang melelahkan, menegangkan, tapi sekaligus menantang. Gue jadi bersyukur tahun ini jadi panitia dekor, jadi bisa nambah pengalaman yang asyik-asyik. Yah, semoga kerja keras ini nantinya membuahkan hasil yang baik. Oh iya, karena ini semua demi 'sang mantan', gue sangat berharap dia dateng ke edufair nanti, semoga aja deh. Sekian!
No comments:
Post a Comment